{"id":127,"date":"2026-07-11T01:00:00","date_gmt":"2026-07-11T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/?p=127"},"modified":"2026-07-05T08:33:52","modified_gmt":"2026-07-05T08:33:52","slug":"apa-perbedaan-systematic-review-dan-literature-review-dan-kapan-harus-digunakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/apa-perbedaan-systematic-review-dan-literature-review-dan-kapan-harus-digunakan\/","title":{"rendered":"Apa Perbedaan Systematic Review dan Literature Review dan Kapan Harus Digunakan"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jawaban Singkat<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Systematic Review dan Literature Review sama-sama bertujuan meninjau penelitian yang telah dipublikasikan sebelumnya. Namun, Systematic Review menggunakan metode pencarian, seleksi, dan analisis yang terstruktur serta dapat direplikasi, sedangkan Literature Review lebih bersifat naratif dan fleksibel. Pemilihan metode yang tepat bergantung pada tujuan penelitian, tingkat kedalaman analisis yang dibutuhkan, dan jenis pertanyaan penelitian yang ingin dijawab.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Daftar Isi<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"#lr\">Apa Itu Literature Review?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#sr\">Apa Itu Systematic Review?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#perbedaan\">Perbedaan Utama Systematic Review dan Literature Review<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#kelebihan\">Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Metode<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#kapan\">Kapan Sebaiknya Menggunakan Literature Review?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#kapan2\">Kapan Sebaiknya Menggunakan Systematic Review?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#kesalahan\">Kesalahan yang Sering Terjadi<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#tabel\">Tabel Ringkasan<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#poin\">Poin Penting<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#faq\">FAQ<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#kesimpulan\">Kesimpulan<\/a><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"lr\" class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Literature Review?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Literature Review merupakan proses mengumpulkan, membaca, menganalisis, dan menyintesis berbagai penelitian yang relevan dengan topik tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan utamanya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memahami perkembangan suatu topik penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengidentifikasi teori yang relevan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menemukan research gap.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyusun landasan teoritis penelitian.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Literature Review sering digunakan dalam penyusunan skripsi, tesis, disertasi, maupun artikel ilmiah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi peneliti pemula, memahami cara menyusun tinjauan pustaka yang baik merupakan langkah awal yang sangat penting. Oleh karena itu, Anda dapat membaca artikel <strong><a href=\"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/cara-menulis-tinjauan-pustaka-yang-berkualitas-untuk-skripsi-tesis-dan-artikel-jurnal\/\" data-type=\"post\" data-id=\"94\">Cara Menulis Tinjauan Pustaka (Literature Review) yang Berkualitas<\/a><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"sr\" class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Systematic Review?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Systematic Review adalah metode penelitian sekunder yang menggunakan pendekatan sistematis, transparan, dan terstruktur untuk mengidentifikasi, menyeleksi, mengevaluasi, dan mensintesis seluruh bukti ilmiah yang relevan terhadap suatu pertanyaan penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam Systematic Review, peneliti biasanya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menentukan protokol penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li>Menetapkan database pencarian.<\/li>\n\n\n\n<li>Menentukan kata kunci.<\/li>\n\n\n\n<li>Menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi.<\/li>\n\n\n\n<li>Melakukan proses screening artikel.<\/li>\n\n\n\n<li>Menilai kualitas studi yang ditemukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Melakukan sintesis hasil penelitian.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena prosesnya sangat ketat, Systematic Review dianggap sebagai salah satu bentuk evidence yang paling kuat dalam evidence-based medicine dan berbagai bidang ilmu lainnya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"perbedaan\" class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Utama Systematic Review dan Literature Review<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun keduanya sama-sama mengulas penelitian sebelumnya, terdapat perbedaan mendasar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Aspek<\/th><th>Literature Review<\/th><th>Systematic Review<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Tujuan<\/td><td>Memberikan gambaran umum topik<\/td><td>Menjawab pertanyaan penelitian spesifik<\/td><\/tr><tr><td>Metode Pencarian<\/td><td>Fleksibel<\/td><td>Sistematis dan terdokumentasi<\/td><\/tr><tr><td>Kriteria Seleksi<\/td><td>Tidak selalu dijelaskan<\/td><td>Harus dijelaskan secara rinci<\/td><\/tr><tr><td>Replikasi<\/td><td>Sulit direplikasi<\/td><td>Dapat direplikasi<\/td><\/tr><tr><td>Risiko Bias<\/td><td>Lebih tinggi<\/td><td>Lebih rendah<\/td><\/tr><tr><td>Kedalaman Analisis<\/td><td>Moderat<\/td><td>Sangat mendalam<\/td><\/tr><tr><td>Waktu Pengerjaan<\/td><td>Lebih cepat<\/td><td>Lebih lama<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"mengapa\" class=\"wp-block-heading\">Mengapa Banyak Peneliti Memilih Systematic Review?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam beberapa tahun terakhir, Systematic Review semakin populer karena mampu memberikan ringkasan bukti ilmiah yang lebih objektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keunggulan utama Systematic Review adalah:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengurangi Bias<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses pencarian dan seleksi artikel dilakukan menggunakan metode yang telah ditetapkan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Transparan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seluruh tahapan penelitian dapat dijelaskan dan diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mendukung Pengambilan Keputusan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil Systematic Review sering digunakan sebagai dasar pembuatan pedoman klinis, kebijakan kesehatan, maupun rekomendasi akademik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun demikian, metode ini memerlukan keterampilan pencarian literatur yang baik. Oleh karena itu, penting memahami terlebih dahulu <strong><a href=\"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/panduan-lengkap-mencari-referensi-jurnal-internasional-bereputasi\/\" data-type=\"post\" data-id=\"69\">Panduan Lengkap Mencari Referensi Jurnal Internasional Bereputasi<\/a><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"kapan\" class=\"wp-block-heading\">Kapan Sebaiknya Menggunakan Literature Review?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Literature Review lebih sesuai digunakan apabila tujuan penelitian adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memahami suatu topik secara umum.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyusun kerangka teori.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyusun latar belakang penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengidentifikasi research gap.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendukung penyusunan skripsi, tesis, dan disertasi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, mahasiswa yang sedang menyusun proposal penelitian biasanya menggunakan Literature Review untuk menemukan celah penelitian yang belum banyak diteliti sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk proses tersebut, artikel <strong><a href=\"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/research-gap-pengertian-cara-menemukan-dan-contoh-penulisannya-dalam-penelitian\/\" data-type=\"post\" data-id=\"91\">Research Gap: Pengertian, Cara Menemukan, dan Contoh Penulisannya<\/a><\/strong> dapat menjadi referensi yang sangat membantu.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"kapan\" class=\"wp-block-heading\">Kapan Sebaiknya Menggunakan Systematic Review?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Systematic Review lebih tepat digunakan ketika peneliti ingin menjawab pertanyaan yang sangat spesifik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Apakah terapi A lebih efektif dibandingkan terapi B?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah faktor X meningkatkan risiko penyakit Y?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah intervensi tertentu mampu meningkatkan outcome tertentu?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam penelitian kesehatan dan kedokteran, Systematic Review sering menjadi dasar pengambilan keputusan klinis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika jumlah studi yang tersedia cukup banyak dan data dapat digabungkan secara statistik, peneliti bahkan dapat melanjutkan ke tahap meta-analysis.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"tantangan\" class=\"wp-block-heading\">Tantangan dalam Menyusun Systematic Review<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun memiliki nilai ilmiah yang tinggi, Systematic Review tidak selalu mudah dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa tantangan yang sering dihadapi antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Proses Screening yang Panjang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peneliti sering kali harus menyeleksi ratusan hingga ribuan artikel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Manajemen Referensi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggunaan aplikasi seperti Mendeley sangat membantu dalam mengelola referensi selama proses review.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelajari lebih lanjut melalui artikel <strong><a href=\"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/mendeley-untuk-pemula-cara-mengelola-referensi-dan-sitasi-secara-otomatis\/\" data-type=\"post\" data-id=\"103\">Mendeley untuk Pemula: Cara Mengelola Referensi dan Sitasi Secara Otomatis<\/a><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penilaian Kualitas Studi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peneliti perlu memahami berbagai instrumen penilaian kualitas artikel sesuai desain penelitian yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"kesalahan\" class=\"wp-block-heading\">Kesalahan yang Sering Terjadi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan peneliti adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menganggap Literature Review dan Systematic Review sama.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak menjelaskan strategi pencarian artikel.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang jelas.<\/li>\n\n\n\n<li>Menggunakan artikel yang tidak relevan dengan pertanyaan penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak mendokumentasikan proses seleksi artikel.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesalahan tersebut dapat menurunkan kualitas penelitian dan mengurangi kredibilitas hasil yang diperoleh.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"tabel\" class=\"wp-block-heading\">Tabel Ringkasan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Kondisi<\/th><th>Literature Review<\/th><th>Systematic Review<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Penyusunan skripsi<\/td><td>Sangat cocok<\/td><td>Tidak selalu diperlukan<\/td><\/tr><tr><td>Penyusunan tesis\/disertasi<\/td><td>Cocok<\/td><td>Bisa digunakan<\/td><\/tr><tr><td>Menemukan research gap<\/td><td>Sangat cocok<\/td><td>Cocok<\/td><\/tr><tr><td>Menjawab pertanyaan klinis spesifik<\/td><td>Kurang ideal<\/td><td>Sangat cocok<\/td><\/tr><tr><td>Evidence-based practice<\/td><td>Kurang kuat<\/td><td>Sangat kuat<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"poin\" class=\"wp-block-heading\">Poin Penting<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Literature Review dan Systematic Review memiliki tujuan yang berbeda.<\/li>\n\n\n\n<li>Literature Review lebih fleksibel dan cocok untuk membangun landasan teori.<\/li>\n\n\n\n<li>Systematic Review menggunakan metode yang sistematis dan transparan.<\/li>\n\n\n\n<li>Systematic Review menghasilkan tingkat evidence yang lebih tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemilihan metode harus disesuaikan dengan tujuan penelitian.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"faq\" class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah skripsi harus menggunakan Systematic Review?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak. Sebagian besar skripsi menggunakan Literature Review sebagai bagian dari tinjauan pustaka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah Systematic Review termasuk penelitian?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya. Systematic Review merupakan penelitian sekunder yang memiliki metodologi tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa perbedaan Systematic Review dan Meta-Analysis?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Systematic Review mengumpulkan dan mensintesis bukti ilmiah, sedangkan Meta-Analysis menggabungkan hasil penelitian secara statistik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berapa lama membuat Systematic Review?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tergantung kompleksitas topik, tetapi umumnya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan Literature Review.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah Systematic Review bisa dipublikasikan di jurnal Scopus?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu. Bahkan banyak jurnal Q1 dan Q2 secara rutin menerima artikel Systematic Review yang berkualitas.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"kesimpulan\" class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Literature Review dan Systematic Review merupakan dua pendekatan yang sama-sama penting dalam penelitian ilmiah, tetapi memiliki tujuan dan metodologi yang berbeda. Literature Review lebih cocok untuk membangun pemahaman teoritis dan menemukan research gap, sedangkan Systematic Review dirancang untuk menjawab pertanyaan penelitian secara sistematis dan berbasis bukti. Dengan memahami perbedaan keduanya, peneliti dapat memilih metode yang paling sesuai untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memiliki nilai ilmiah yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila Anda membutuhkan bantuan proofreading, terjemahan jurnal medis, penyusunan artikel ilmiah, pembuatan PPT ilmiah, atau pendampingan publikasi jurnal nasional maupun internasional, kunjungi <a href=\"https:\/\/mitrailmiah.com\">mitrailmiah.com<\/a> atau hubungi WhatsApp: <a href=\"https:\/\/wa.me\/6285811189910\">0858-1118-9910<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><\/h2>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jawaban Singkat Systematic Review dan Literature Review sama-sama bertujuan meninjau penelitian yang telah dipublikasikan sebelumnya. Namun, Systematic Review menggunakan metode pencarian, seleksi, dan analisis yang terstruktur serta dapat\u2026<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":128,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129,"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127\/revisions\/129"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/128"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}