{"id":100,"date":"2026-07-03T01:00:00","date_gmt":"2026-07-03T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/?p=100"},"modified":"2026-06-28T10:09:32","modified_gmt":"2026-06-28T10:09:32","slug":"cara-menulis-pembahasan-yang-kritis-dan-disukai-reviewer-jurnal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/cara-menulis-pembahasan-yang-kritis-dan-disukai-reviewer-jurnal\/","title":{"rendered":"Cara Menulis Pembahasan yang Kritis dan Disukai Reviewer Jurnal"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Banyak artikel ilmiah ditolak bukan karena hasil penelitiannya buruk, tetapi karena bagian pembahasan tidak mampu menjelaskan makna hasil penelitian secara mendalam. Jika Anda membutuhkan bantuan proofreading, terjemahan jurnal medis, penyusunan artikel ilmiah, atau publikasi jurnal nasional dan internasional, kunjungi <\/strong><a href=\"https:\/\/mitrailmiah.com\"><strong>mitrailmiah.com<\/strong><\/a><strong> atau hubungi WhatsApp: <\/strong><a href=\"https:\/\/wa.me\/6285811189910\"><strong>0<\/strong><\/a><a href=\"https:\/\/wa.me\/6285811189910\"><strong>858-1118-9910<\/strong><\/a><strong>.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu bagian yang paling sulit ditulis dalam artikel ilmiah adalah bagian <strong>pembahasan (discussion)<\/strong>. Tidak sedikit mahasiswa, dosen, maupun peneliti yang hanya mengulang hasil penelitian tanpa memberikan interpretasi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, reviewer jurnal biasanya memberikan perhatian khusus pada bagian discussion karena bagian inilah yang menunjukkan kemampuan penulis dalam memahami, menginterpretasikan, dan menghubungkan hasil penelitian dengan teori maupun penelitian sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini akan membahas cara menulis pembahasan yang kritis, sistematis, dan mampu meningkatkan peluang artikel diterima pada jurnal nasional maupun internasional.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">Daftar Isi<\/h1>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"#apa\">Apa Itu Pembahasan (Discussion)?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#mengapa\">Mengapa Bagian Discussion Sangat Penting?<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#struktur\">Struktur Pembahasan yang Disukai Reviewer<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#cara\">Cara Menulis Discussion yang Kritis<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#kesalahan\">Kesalahan yang Sering Terjadi<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#tips\">Tips Agar Discussion Lebih Kuat<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"#kesimpulan\">Kesimpulan<\/a><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"apa\" class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Pembahasan (Discussion)?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembahasan atau discussion adalah bagian artikel ilmiah yang menjelaskan makna dari hasil penelitian yang telah diperoleh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada bagian ini, penulis tidak hanya menyampaikan hasil penelitian, tetapi juga menjelaskan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengapa hasil tersebut terjadi.<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah hasil sesuai dengan teori.<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah hasil konsisten dengan penelitian sebelumnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Apa implikasi dari hasil penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li>Apa keterbatasan penelitian.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak penulis menganggap bahwa pembahasan hanya mengulang hasil penelitian dalam bentuk narasi. Padahal, fungsi utama discussion adalah memberikan interpretasi ilmiah terhadap hasil yang ditemukan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"mengapa\" class=\"wp-block-heading\">Mengapa Bagian Discussion Sangat Penting?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi reviewer jurnal, discussion merupakan indikator kemampuan berpikir ilmiah seorang peneliti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui bagian ini reviewer dapat menilai:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kedalaman analisis penulis.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemahaman terhadap teori.<\/li>\n\n\n\n<li>Penguasaan literatur.<\/li>\n\n\n\n<li>Kontribusi penelitian terhadap ilmu pengetahuan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum mampu menulis discussion yang baik, peneliti harus memiliki tinjauan pustaka yang kuat. Oleh karena itu, pastikan Anda memahami cara menyusun literature review yang baik sebagaimana dibahas dalam artikel: <strong><a href=\"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/cara-menulis-tinjauan-pustaka-yang-berkualitas-untuk-skripsi-tesis-dan-artikel-jurnal\/\">Cara Menulis Tinjauan Pustaka (Literature Review) yang Berkualitas<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"struktur\" class=\"wp-block-heading\">Struktur Pembahasan yang Disukai Reviewer<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian besar artikel pada jurnal bereputasi menggunakan pola pembahasan yang relatif serupa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Ringkasan Temuan Utama<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulailah dengan menjelaskan hasil utama penelitian secara singkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan mengulang seluruh tabel hasil penelitian.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Interpretasi Hasil<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jelaskan mengapa hasil tersebut dapat terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Temuan ini menunjukkan bahwa pasien cenderung menilai kualitas layanan berdasarkan kecepatan pelayanan, kompetensi petugas, dan komunikasi yang diberikan.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagian ini merupakan inti dari discussion.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Hubungkan dengan Teori<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bandingkan hasil penelitian dengan teori yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil penelitian ini sejalan dengan teori SERVQUAL yang menyatakan bahwa kualitas pelayanan merupakan faktor utama yang memengaruhi persepsi pelanggan.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Bandingkan dengan Penelitian Sebelumnya<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bandingkan hasil penelitian dengan temuan dari penelitian lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar dapat melakukan perbandingan yang baik, Anda perlu menggunakan referensi yang berkualitas. Jika belum, baca artikel: <strong><a href=\"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/panduan-lengkap-mencari-referensi-jurnal-internasional-bereputasi\/\" data-type=\"post\" data-id=\"69\">Panduan Lengkap Mencari Referensi Jurnal Internasional Bereputasi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Jelaskan Implikasi Penelitian<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jelaskan manfaat hasil penelitian bagi teori maupun praktik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi manajemen fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan demi meningkatkan loyalitas pasien.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"cara\" class=\"wp-block-heading\">Cara Menulis Discussion yang Kritis<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jangan Hanya Mengulang Hasil<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesalahan yang paling sering ditemukan adalah penulis hanya mengulang hasil penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh yang kurang baik:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Variabel X berpengaruh signifikan terhadap variabel Y.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalimat tersebut hanya mengulang hasil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang lebih baik:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengaruh signifikan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan berkontribusi terhadap terbentuknya pengalaman pasien yang lebih positif.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jelaskan Alasan di Balik Hasil<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Reviewer ingin mengetahui alasan ilmiah yang menjelaskan hasil penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Teori.<\/li>\n\n\n\n<li>Konsep ilmiah.<\/li>\n\n\n\n<li>Penelitian sebelumnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bahas Hasil yang Tidak Sesuai Hipotesis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak penulis menghindari membahas hasil yang tidak signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal hasil tersebut sering kali menjadi bagian yang paling menarik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak ditemukannya hubungan signifikan dapat disebabkan oleh karakteristik responden yang berbeda dengan penelitian sebelumnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hubungkan dengan Research Gap<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Discussion yang baik akan menunjukkan bagaimana hasil penelitian membantu menjawab research gap yang telah dijelaskan pada bagian pendahuluan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda belum memahami konsep research gap, baca artikel: <strong><a href=\"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/research-gap-pengertian-cara-menemukan-dan-contoh-penulisannya-dalam-penelitian\/\">Research Gap: Pengertian, Cara Menemukan, dan Contoh Penulisannya dalam Penelitian<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"kesalahan\" class=\"wp-block-heading\">Kesalahan yang Sering Terjadi<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Terlalu Banyak Mengulang Hasil<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Discussion bukan bagian hasil penelitian kedua.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tidak Menghubungkan dengan Literatur<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Reviewer ingin melihat bagaimana hasil penelitian dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Klaim Berlebihan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hindari membuat kesimpulan yang tidak didukung oleh data.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengabaikan Hasil yang Bertentangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua hasil penelitian perlu dibahas, termasuk yang tidak sesuai harapan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tidak Menjelaskan Keterbatasan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap penelitian memiliki keterbatasan yang perlu dijelaskan secara jujur.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"tips\" class=\"wp-block-heading\">Tips Agar Discussion Lebih Kuat<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Gunakan Referensi Terbaru<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Literatur terbaru membantu memperkuat interpretasi hasil penelitian.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Fokus pada Makna Temuan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan hanya menjelaskan apa yang ditemukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jelaskan mengapa temuan tersebut penting.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bangun Alur yang Logis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Susun pembahasan berdasarkan urutan tujuan penelitian atau hipotesis.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perhatikan Kualitas Bahasa<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahasa yang tidak jelas dapat mengurangi kualitas pembahasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum mengirim artikel ke jurnal, lakukan proofreading secara menyeluruh. Pelajari kesalahan yang sering terjadi pada artikel ilmiah melalui artikel: <strong><a href=\"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/proofreading-artikel-ilmiah-kesalahan-yang-sering-membuat-manuskrip-ditolak-jurnal\/\" data-type=\"post\" data-id=\"37\">Proofreading Artikel Ilmiah: 7 Kesalahan yang Sering Membuat Manuskrip Ditolak Jurnal<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jaga Orisinalitas Tulisan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena discussion banyak menggunakan referensi, penulis perlu berhati-hati agar tidak sekadar menyalin pendapat peneliti lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelajari cara menjaga orisinalitas karya ilmiah melalui artikel: <strong><a href=\"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/apa-itu-turnitin-cara-mengurangi-similarity-secara-etis-dan-aman\/\" data-type=\"post\" data-id=\"72\">Apa Itu Turnitin? Cara Mengurangi Similarity Secara Etis dan Aman<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Manfaatkan AI Secara Bijak<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini AI dapat membantu peneliti menemukan literatur yang relevan dan menyusun draft awal pembahasan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 id=\"kesimpulan\" class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembahasan merupakan bagian yang menunjukkan kualitas pemikiran ilmiah seorang peneliti. Discussion yang baik tidak hanya mengulang hasil penelitian, tetapi juga menjelaskan makna, alasan, implikasi, serta kontribusi hasil penelitian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan menghubungkan hasil penelitian dengan teori, literatur sebelumnya, dan research gap yang telah diidentifikasi, penulis dapat menghasilkan discussion yang lebih kritis, mendalam, dan disukai reviewer jurnal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila Anda membutuhkan bantuan proofreading, terjemahan jurnal medis, penyusunan artikel ilmiah, atau pendampingan publikasi jurnal nasional maupun internasional, kunjungi <a href=\"https:\/\/mitrailmiah.com\">mitrailmiah.com<\/a> atau hubungi WhatsApp <a href=\"https:\/\/wa.me\/6285811189910\">0858-1118-9910<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak artikel ilmiah ditolak bukan karena hasil penelitiannya buruk, tetapi karena bagian pembahasan tidak mampu menjelaskan makna hasil penelitian secara mendalam. Jika Anda membutuhkan bantuan proofreading, terjemahan jurnal\u2026<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":101,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":102,"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100\/revisions\/102"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mitrailmiah.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}